Evaluasi Heuristik – Tiket Kereta Api

Hai, pada postingan kali ini saya akan mencoba untuk melakukan evaluasi Heuristik terhadap aplikasi Tiket Kerata Api. Namun sebelum penulis membahas hasil evaluasi dari aplikasi Tiket Kereta Api, penulis akan mencoba untuk memaparkan apa itu evaluasi heuristik.

Apa itu Evaluasi Heuristik?

Evaluasi heuristik adalah salah satu metode evaluasi usabilitas yang melibatkan sejumlah kecil spesialis yang memastikan apakah suatu elemen dari antarmuka sudah sesuai dan mengikuti prinsip usabilas yang ada.

Pada dasarnya heuristic evaluation adalah suatu kegiatan dimana para ahli meneliti suatu interface dan mengevaluasi tiap elemen dari interface yang berdasar pada daftar prinsip usabilitas atau guideline yang diterima secara heuristic. Berikut ini prinsip-prinsip dari heuristic evaluation menurut Nielsen:

  1. Visibility of system status
  2. Match between system and the real world
  3. User control and freedom
  4. Consistency and standards
  5. Error prevention
  6. Recognition rather than recall
  7. Flexibility and efficiency of use
  8. Aesthetic and minimalist design
  9. Help users recognize, diagnose, and recover from errors
  10. Help and documentation

Pada makalah ini akan dibahas tentang pengujian Heuristik pada Aplikasi Tiket Kereta Api. Tiket Kereta Api adalah aplikasi yang berfungsi untuk memesan tiket kereta api dari PT Kereta Api Indonesia.

Aplikasi ini dapat diunduh di https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tiket.keretaapi

Prinsip heuristic yang dibahas pada aplikasi Tiket Kereta Api hanya 5 dari 10 prinsip yang disebutkan di atas, yaitu;

  1. Visibility of system status – Tiket Kereta Api
  2. Consistency and standards – Tiket Kereta Api
  3. Error prevention  – Tiket Kereta Api
  4. Flexibility and efficiency of use  – Tiket Kereta Api
  5. Help and documentation  – Tiket Kereta Api
  6. Rekap Heuristic Evaluation – Tiket Kereta Api

Setelah itu, hasil rangkuman dari kelima pengujian diatas akan di rangkum dalam bentuk tabel rekap. Untuk setiap pelanggaran terhadap prinsip-prinsip heauristik tersebut, akan diberikan nilai severitas yang dibuat oleh Nielsen. Nielsen membagi kedalam 4 skala severitas yang dapat digunakan untuk menilai tingkat keparahan masalah kegunaan yang ditemukan selama melakukan teknik heuristic evaluation. Berikut adalah skala-skala tersebut:

1  = Cosmetic : not to be fixed (kesalahan kosmetik, tidak perlu diperbaiki).

2 = Minor : need fixing but low priority (masalah minor, butuh perbaikan dengan prioritas rendah).

3  = Major : need fixing and high priority (masalah mayor, penting untuk diperbaiki sehingga harus diberi prioritas yang tinggi).

4  = Catastrophe: imperative to fix (bencana, sangat penting untuk diperbaiki).

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s